Pertempuran Selat Denmark yang terjadi pada tanggal 24 Mei 1941 adalah salah satu pertempuran laut paling dramatis dan bersejarah dalam Perang Dunia II. Pertempuran ini mempertemukan kebanggaan angkatan laut Jerman (Kriegsmarine) dengan kebanggaan angkatan laut Inggris (Royal Navy) di perairan dingin antara Islandia dan Greenland.
Bentrokan ini hanya berlangsung kurang dari 15 menit, tetapi hasil dari pertempuran tersebut memicu salah satu operasi pemburuan angkatan laut terbesar dalam sejarah.
Latar Belakang: Operasi Rheinübung
Pada bulan Mei 1941, Jerman melancarkan Operasi Rheinübung (Latihan Rhine). Tujuannya adalah mengirim kapal tempur raksasa mereka yang baru, Bismarck, dan kapal penjelajah berat Prinz Eugen ke Samudra Atlantik. Misi mereka bukan untuk melawan kapal perang Inggris, melainkan untuk mencegat dan menghancurkan kapal-kapal dagang Sekutu yang menyuplai kebutuhan vital ke Inggris dari Amerika Utara.
Menyadari ancaman mematikan ini, Royal Navy mengerahkan armada besar untuk memburu kapal-kapal Jerman tersebut sebelum mereka berhasil menerobos masuk ke perairan terbuka Atlantik.
Armada yang Bertempur
| Fihak | Kapal Utama | Komandan | Keterangan |
| Jerman | Bismarck, Prinz Eugen | Laksamana Günther Lütjens | Bismarck adalah kapal tempur terbesar dan paling modern milik Jerman saat itu. |
| Inggris Raya | HMS Hood, HMS Prince of Wales | Laksamana Madya Lancelot Holland | HMS Hood adalah kebanggaan Royal Navy dan kapal perang terbesar di dunia selama 20 tahun. |
Kronologi Pertempuran (24 Mei 1941)
Pertempuran pecah pada dini hari ketika armada Inggris akhirnya berhasil mencegat armada Jerman di Selat Denmark.
Dampak dan Akhir Cerita
Tenggelamnya HMS Hood menjadi pukulan psikologis yang luar biasa bagi rakyat Inggris. Dari 1.418 kru yang berada di atas HMS Hood, hanya 3 orang yang selamat.
Namun, pertempuran ini juga meninggalkan luka pada armada Jerman. Bismarck menerima tiga tembakan telak dari Prince of Wales. Salah satu tembakan tersebut menyebabkan kebocoran bahan bakar dan masuknya air ke bagian depan kapal, yang memaksa Bismarck untuk mengurangi kecepatan dan membatalkan misinya menyerang kapal dagang.
Marah atas hancurnya kapal kebanggaan mereka, Perdana Menteri Winston Churchill mengeluarkan perintah legendaris: "Sink the Bismarck!" (Tenggelamkan Bismarck!). Royal Navy mengerahkan hampir setiap kapal perang yang tersedia di Atlantik Utara. Tiga hari kemudian, pada 27 Mei 1941, armada Inggris berhasil mengepung dan menenggelamkan Bismarck.





0 Komentar